PEMERIKSAAN LABORATORIUM
MENUNJANG TERAPI
PROGRAM KEBUGARAN
WANITA PERIMENOPAUSE
Marzuki Suryaatmadja
MENUNJANG TERAPI
PROGRAM KEBUGARAN
WANITA PERIMENOPAUSE
Marzuki Suryaatmadja
Departemen Patologi Klinik
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
RSUPN Cipto Mangunkusumo
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
RSUPN Cipto Mangunkusumo
Abstrak
Dalam lingkaran hidup seorang perempuan terdapat masa perimenopause sebelum menopause. Pada masa ini terdapat perubahan fungsional dan emosional dengan banyak gejala. Masa menopause juga disertai peningkatan risiko dan penyulit.
Laboratorium berperan penting untuk mendeteksi masa perimenopause dengan pemeriksaan hormon terutama kadar follicle stimulating hormone (FSH) dan estradiol (E2). Kenaikan menetap kadar FSH menandakan masuknya perempuan tersebut ke dalam masa perimenopause. Pada masa menopause maka selain kadar FSH yang tinggi terdapat kadar estradiol yang rendah.
Salah satu penyulit penting dari menopause adalah osteoporosis. Osteoporosis tipe ini disebabkan penurunan kadar hormon estrogen yang mencepat, dimana kerja osteoklast merombak tulang mencepat sedangkan kerja osteoblast membentuk kembali tulang tidak berubah. Untuk diagnosis osteoporosis baku emas adalah cara pencitraan dengan pemeriksaan bone mass density (BMD). Pemeriksaan laboratorium terhadap kadar penanda biokimiawi tulang (biochemical bone marker) baik yang menunjukkan aktivitas osteoklast maupun osteoblast dapat membantu mendeteksi adanya proses osteoporosis sebagai pemeriksaan penyaring terutama pada perempuan dengan faktor risiko; manfaat utama adalah untuk memantau pengobatan dimana penanda laboratorium mempunyai kelebihan dibandingkan BMD.
Kata kunci: perimenopause-menopause, diagnostik laboratorium, follicle stimulating hormone (FSH), osteoporosis, penanda biokimiawi tulang
0 comments:
Post a Comment