PERANAN PROBIOTIK
DALAM OPTIMALISASI FUNGSI
SISTIM GASTRO-INTESTINAL
DALAM PENCEGAHAN PROSES PENUAAN DINI
Walujo Soerjodibroto
DALAM OPTIMALISASI FUNGSI
SISTIM GASTRO-INTESTINAL
DALAM PENCEGAHAN PROSES PENUAAN DINI
Walujo Soerjodibroto
Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
Abstrak
Pada dasarnya manusia itu adalah mahluk omnivora, dan sistim gastro-intestinal (GI) manusia sangat susuai dengan jenis makanan mahluk omnivera, yakni kombinasi antara sumber makanan nabati dan hewani. Khusus untuk manusia, sebenarnya sumber makanan nabati lebih dominan daripada sumber hewani, dan design sistim GI kita sangat sesuai dengan kondisi makanan yang demikian ini.
Dengan perkembangan peradaban, manusia moderen cenderung mengkonsumsi makanan yang lebih sesuai dengan selera, dimana konsumsi sumber makanan hewani meningkat, sedangkan sumber nabati menurun. Makanan diolah sedemikian rupa sehingga lebih meningkatkan selera dengan akibat kecenderungan terjadinya kelebihan konsumsi hidratarang sederhana dan gula serta lemak, dan rendah konsumsi serat (nabati alami). Keadaan yang demikian ini pada gilirannya akan menimbulkan gangguan kebugaran dan kesehatan pada umumnya.
Kebugaran dan kesehatan kita sangat ditentukan oleh jenis dan kelengkapan zat gizi yang didapat dari makanan sehari-hari. Makanan kita secara gizi harus adekkwat, tetapi tetap memenuhi selera! Saat ini banyak upaya ditujukan ke “bagaimana manusia masih bisa makan makanan enak, tetapi masih memenuhi kritiria makanan sehat”.
Sebagian terbesar zat gizi diabsorbsi di usus halus. Dalam waktu 4 – 6 jam setelah makan, makanan yang tak tercerna sampai di kolon, dimana air dan elektrolit diabsorbsi kembali, sedangkan bahan-bahan fecal di-akumulasi, dan keluar dari rectum dalam tempo 24 – 48 jam.
Berbagai jenis mikroba hidup di sistim GI, sebagian terbesar mikroba ini membantu proses pencernaan, namun ada pula yang bersifat netral, dan bahkan ada pula yang bersifat menghambat / merugikan. Mikroba banyak terdapat di usus halus ( di ilium 106-108/gram isi usus), dan lebih banyak lagi yang berada di kolon (1011-1012/gram isi kolon). Yang penting adalah upaya agar mikroba yang sehat bisa lebih dominan dari mikroba yang merugikan. Lactobacilli dan bifidobacteria adalah bagian flora usus yang sehat, yang bisa menurunkan PH, dan dapat membuat kondisi yang menyulitkan bagi kehidupan populasi mikroba yang merugikan.
Lactobacilli dan bifidobacteria digolongkan sebagai probiotik, yakni mikroba yang bilamana dikonsumsi, mampu meningkatkan kesehatan flora usus. Konsumsi probiotik ini sangat dianjurkan karena terbukti dapat menimbulkan peningkatkan fungsi sistim GI, termasuk peningkatan integritas mukosa usus dan memperkuat intestinal lining, peningkatan efektifitas sistim imun dll. Hal ini semua pada gilirannya dapat meningkatkan kesehatan dan mencegah proses penuaan dini.
0 comments:
Post a Comment